Beranda > Info Nasional, Politik > PDIP Cabut Dukungan untuk Walikota Bogor

PDIP Cabut Dukungan untuk Walikota Bogor


VIVAnews – Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan akan menjatuhkan sanksi kepada kader di Bogor jika instruksi mengenai pencabutan dukungan politik terhadap Walikota Bogor Diani Budiarto tidak dilaksanakan.
Kisruh bermula saat Walikota Bogor yang didukung PDI Perjuangan, mencabut izin pendirian gereja di kawasan Yasmin, Bogor.”Kalau DPD/DPC tidak melaksanakan, mereka akan dikenakan sanksi,” kata Ketua Bidang Keagamaan DPP PDI Perjuangan, Hamka Haq di Jakarta, Kamis 3 November 2011.
Hamka menjelaskan, langkah ini diambil karena DPP mendengar kabar bahwa instruksi itu tidak dilaksanakan oleh daerah. Oleh karena itu, DPP akan mengevaluasi pimpinan daerah dan cabang secepatnya.
“Kami akan panggil DPC Bogor dulu. Minta pertanggungjawaban kalau memang belum atau tidak melaksanakan instruksi DPP itu,” kata Hamka.
Hamka menjelaskan, instruksi DPP PDI Perjuangan kepada DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bogor dikeluarkan pada 23 September lalu.
Instruksi itu terkait dengan Walikota Bogor, Diani Budiarto, yang dinilai telah melakukan perbuatan melanggar hukum, pelanggaran HAM yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Tindakan yang bersangkutan terhadap jemaat Gereja Yasmin, yang melarang, menyegel dan mencabut izin pendirian dinilai tidak pantas. Yang bersangkutan menyalahi kewajiban seorang walikota untuk melindungi seluruh warga, menyalahi ideologi Pancasila, UUD 1945 tentang kebebasan beribadah, dan menyalahi ideologi PDI Perjuangan,” ungkap Hamka.
Sementara, Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, menambahkan meski partainya mengusung Diani Budiarto sebagai walikota Bogor dalam Pilkada 2009 lalu, namun partainya juga tidak akan ragu menarik dukungan jika yang bersangkutan tidak menjalankan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. “PDI Perjuangan itu partai nasionalis sejati yang konsisten menjalankan ideologinya,” kata Maruarar.
Minggu 30 Oktober lalu, pengusiran jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin, Bogor, kembali terjadi untuk kesekian kalinya. Hal ini terjadi usai sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai Forum Komunikasi Muslim Indonesia (FORKAMI) berusaha menghentikan kegiatan ibadah para jemaat GKI Taman Yasmi dengan cara intoleran.
Sejumlah Satuan Polisi Pamong Praja kota Bogor berjaga di depan GKI Taman Yasmin, menghalangi para jemaat untuk tidak beribadah di sana. Sementara, para jemaat bersikeras melakukan ibadah dengan berdoa di trotoar. Kericuhan nyaris terjadi dalam insiden itu. (umi)
• VIVAnews

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: